-->

Buat Apa Kamu Dulu Bilang Cinta Padaku? Jika di Hatimu Masih Mencintai Mantanmu



Pertama kali mendengarkanmu mengatakan bahwa kamu mencintaiku, aku sangat bahagia.
Saat itu aku merasa aku menjadi satu-satunya wanita paling beruntung. Aku merasa seperti mendapatkan perlakuan itimewa dari tuhan berupa mendapatkan kado cinta dari hatimu.
Awalnya aku bahagia menjalin cinta denganmu, sangat bahagia. Sampai pada akhirnya aku tahu bahwa kamu tidak benar-benar mencintaiku saat mantanmu mulai menghubungimu kembali.
Aku tidak menyangka bahwa di dalam hati dan pikiranmu masih ada masa lalu yang terus hidup. Hingga membuatku benar-benar kecewa dan tak henti-hentinya bertanya, mengapa dulu mengatakan cinta bila masih mencintai mantanmu.

Pada Akhirnya Akulah yang Sakit, Karena Selalu Saja Mantanmu yang Kamu Pikirkan

Hubungan cinta yang semula sangat membahagiakanku itu, kini mulai terasa menyakitkan. Semenjak kehadiran mantan kekasihmu.
Sejak saat itu pula aku tahu bahwa kamu masih memikirkannya dan kamu masih memiliki rasa pada seseorang di masa lalumu itu.

Kamu Begitu Mudah Memaklumi Kesalahan Mantanmu, Lalu Kamu Selalu Menilaiku Salah

Semenjak kehadriran mantanmu itu kamu mulai berubah, mulai menyalahkanku untuk hal-hal sepele.
Mulai mengungkit-ungkit apa yang salah kemarin. Sementara kamu sendiri dengan mudahnya menerima mantanmu yang dulu jelas-jelas meninggalkanmu.

Lalu Kamu Mulai Membanding-bandingkanku Dengan Mantanmu, Dan Aku Hanya Bisa Tersenyum Karena Dibandingkan Dengan Seorang Pengkhianat

Aku tidak tahu banyak bagaimana kamu akhirnya bisa putus dengan mantanmu dulu, karena kamu hanya bercerita dikhinati olehnya. Tapi kenapa kini kamu mulai membanding-bandingkanku yang tidak pernah memiliki niat sedikitpun untuk menduakanmu. Dan aku hanya bisa tersenyum sambil menahan sakitnya dibanding-bandingkan dengan seorang pengkhinat cinta.

Aku Benar-Benar Cemburu Saat Kamu Mulai Meluangkan Waktumu Untuk Mantanmu

Entah kamu memang sengaj atau memang tanpa kamu sadari kamu mulai melupakanku secara perlahan karena terlalu sibuk dengan mantanmu.
Kamu mulai senag meluangkan waktumu untuk menemuinya, tertawa sendiri saat menghadap layar smartphonmu itu. Dan aku hanya menjadi orang asing yang menyaksikan perubahanmu secara langsung.

Aku Benar-Benar Marah Saat Kamu Mengajakku Mengakhiri Hubungan Kita Hanya Karena Kamu Ingin Kembali Padanya

Sampai tiba saatnya dimana kamu mulai menunjukkan tingkah bahwa kamu ingin memilih mengakhiri hubungan kita.
Dan sakit hatiku semakin terasa memilukan saat aku tahu bahwa kamu ingin berakhir denganku hanya karena ingin kembali padanya.

Kenapa Dulu Kamu Memulai Denganku? Jika Kamu Tidak Benar-benar Bisa Melupakan Mantanmu

Aku hanyalah wanita yang mencintaimu, bagaimana bisa kamu memperlakukanku seperti ini. Bagaimana bisa kamu seolah menjadikanku tempat persinggahan. Datang sesukamu lalu ingin pergi saat kamu tidak membutuhkanku lagi. Apakah aku hanya sampah bagimu? Apakah aku tidak cukup berharga bagimu? Bukankah aku adalah orang yang ada di sampingmu saat kamu terluka?
Advertisement
 

Start typing and press Enter to search